Mahasiswa Baru Bisa Jadi Ladang Basah

20 07 2010

BISNIS rumah kos menjadi salah satu pilihan usaha yang menjanjikan. Bukan hanya pemasukan yang tinggi, bisnis ini pun mampu bertahan dan tanpa banyak risiko.

Gilbert Hasmudi, 19, terlihat lega setelah lama bernegosiasi dengan seorang ibu setengah baya. Mahasiswa baru asal Papua ini baru saja mendapatkan rumah tempat tinggal yang akan disewanya sebesar Rp3 juta per tahun.

Mahasiswa baru yang baru saja dinyatakan lulus SNMPTN 2010 di Universitas Negeri Makassar (UNM) tersebut, sejak dua hari ini mengaku telah mendatangi puluhan rumah kos di sekitar UNM Parangtambung untuk disewanya bersama seorang rekan. Namun, dia mengaku kesulitan mendapatkan rumah kos yang sesuai kantongnya. “Saya baru mendapatkan di sini. Dua hari sudah saya mencari, lelah juga, tapi baguslah karena sudah dapat tempat yang bagus dan bersih seperti ini,” ungkap Gilbert, yang ditemui setelah mendapatkan persetujuan dengan pemilik Pondok Maleo di Dg Tata IV, kemarin.

Bukan hanya Gilbert, ratusan mahasiswa baru lain yang tak memiliki tempat tinggal pribadi di Makassar mesti berburu tempat kos yang jumlahnya terbatas. Hal ini disebabkan perbandingan jumlah mahasiswa yang menyelesaikan masa studi dengan yang baru masuk berbeda jauh.

Para pemilik rumah atau lahan yang berada di dekat kampus pun jeli melihat kesempatan tersebut. Salah satunya, Andi Fatmawati, 46. Ibu tiga orang anak ini kini sedang menunggu penyelesaian pondokan yang dia bangun sejak enam bulan lalu. “Sudah sejak enam bulan lalu saya bangun, awalnya mau buat rumah tinggal. Tapi karena saya pikir ini tempatnya bagus, dibuat menjadi rumah kos,” ungkapnya.

Pondokan yang dia beri nama Maleo tersebut terdiri atas 46 kamar dengan dua lantai. Peminat pondokan yang dia bangun dengan investasi yang telah mencapai Rp1,2 miliar tersebut jauh hari sebelumnya telah menunjukkan banyak peminat. Bahkan baru dalam tahap pengerjaan fondasi sudah banyak yang mengapling kamar tersebut. “Banyak juga mahasiswa lama yang pindah, mungkin karena senang tempatnya aman,” katanya.

Dia mengaku, tak menyangka peminat pondokan yang dia bangun tersebut akan sangat tinggi. Awalnya dia memprediksi pondokan itu akan lebih banyak dihuni mahasiswa baru. Dia kini malah berpikir terus mengembangkan bisnis ini. “Saya malah berpikir mencari tempat yang bisa dibeli di daerah sini (dekat kampus) untuk dibuat pondokan, sepertinya akan bagus ke depan,” tandasnya.